{"id":37181,"date":"2026-10-24T14:02:10","date_gmt":"2026-10-24T14:02:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.worldclock.com\/afrika\/waktu-di-tanzania\/"},"modified":"2026-10-24T14:02:10","modified_gmt":"2026-10-24T14:02:10","slug":"waktu-di-tanzania","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/afrika\/waktu-di-tanzania\/","title":{"rendered":"Tanzania"},"content":{"rendered":"<p>Tanzania adalah sebuah negara di <a href=\"https:\/\/www.worldclock.com\/world-countries\/africa\/\">Afrika<\/a> Timur dengan luas wilayah 945.087 kilometer persegi (termasuk Kepulauan Mafia, Pemba, dan Zanzibar) serta jumlah penduduk 48.775.567 jiwa menurut perkiraan resmi tahun 2015. Negara ini berbatasan dengan <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/uganda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Uganda<\/a> dan <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/kenya\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kenya<\/a> di utara, <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/rwanda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rwanda<\/a> bagian barat, <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/burundi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Burundi<\/a>, dan <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/democratic-republic-of-the-congo\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Republik Demokratik Kongo<\/a> di barat, serta <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/zambia\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Zambia<\/a>, <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/malawi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Malawi<\/a>, dan <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/mozambique\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mozambik<\/a> di selatan. Di sebelah timur, Tanzania berbatasan dengan Samudra Hindia. Tanzania berbagi dua danau terbesar di <a href=\"https:\/\/www.worldclock.com\/world-countries\/africa\/\">Afrika<\/a> dengan negara-negara tetangganya, yaitu Danau Victoria di utara dan Danau Tanganyika di barat. Sepertiga wilayah negara ini merupakan taman nasional dan cagar alam. Di Tanzania terdapat gunung tertinggi di <a href=\"https:\/\/www.worldclock.com\/world-countries\/africa\/\">Afrika<\/a>, Kilimanjaro. 97,5% penduduknya termasuk dalam salah satu dari 120 kelompok etnis Bantu, sedangkan 2,5% sisanya berasal dari suku Maasai, Arab, Asia, dan Eropa. Selama tahun 1990-an, Tanzania menampung lebih dari 500.000 pengungsi dari <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/rwanda\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Rwanda<\/a> dan <a href=\"http:\/\/worldclock.com\/africa\/burundi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Burundi<\/a>. Bahasa Swahili merupakan bahasa yang digunakan oleh mayoritas penduduk tanpa memandang ras mereka.<br \/>\nJumlah penduduk negara ini adalah 48.775.567 jiwa (peringkat ke-27 di dunia) menurut perkiraan resmi tahun 2015. Tingkat pertumbuhan penduduknya adalah 2,8%. Angka kelahiran sebesar 36,82 kelahiran per 1.000 penduduk dan angka kematian sebesar 8,2 kematian per 1.000 penduduk (perkiraan tahun 2014). Harapan hidup bagi seluruh penduduk sesuai dengan perkiraan tahun 2015 sebesar 61,71 tahun (60,34 tahun untuk laki-laki dan 63,13 tahun untuk perempuan)<br \/>\nTanzania termasuk di antara negara-negara termiskin di dunia. Perekonomiannya terutama didasarkan pada pertanian dan produksi kopi, teh, kapas, serta cengkeh, serta sektor pariwisata yang sedang berkembang.<br \/>\nShilling Tanzania adalah mata uang resmi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanzania adalah sebuah negara di Afrika Timur dengan luas wilayah 945.087 kilometer persegi (termasuk Kepulauan Mafia, Pemba, dan Zanzibar) serta jumlah penduduk 48.775.567 jiwa menurut perkiraan resmi tahun 2015. Negara ini berbatasan dengan Uganda dan Kenya di utara, Rwanda bagian barat, Burundi, dan Republik Demokratik Kongo di barat, serta Zambia, Malawi, dan Mozambik di selatan&#8230;.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3881,"parent":36704,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"custom-page-templates-countrypage.php","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":"","bs_cache_bypass_cache":0,"bs_cache_related_page":0},"class_list":["post-37181","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Serengeti-_Tanzania.jpg",500,330,false],"author_info":{"display_name":"clocker","author_link":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/author\/clocker\/"},"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/37181","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37181"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/37181\/revisions"}],"up":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/36704"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3881"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}