{"id":38097,"date":"2026-10-24T15:18:32","date_gmt":"2026-10-24T15:18:32","guid":{"rendered":"https:\/\/www.worldclock.com\/bendera-kenya-sejarah-simbolisme-dan-makna\/"},"modified":"2026-10-24T15:18:32","modified_gmt":"2026-10-24T15:18:32","slug":"bendera-kenya-sejarah-simbolisme-dan-makna","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/bendera-kenya-sejarah-simbolisme-dan-makna\/","title":{"rendered":"Bendera Kenya &#8211; Sejarah, Simbolisme, dan Makna"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kenya, negara di Afrika Timur, memiliki hamparan sabana yang luas. Padang rumput, semak belukar, dan hutan yang menakjubkan ini menjadi habitat bagi singa, zebra, gajah, dan rusa wildebeest yang berkeliaran dengan bebas. Bendera nasional Kenya, yang telah berkibar dengan bangga sejak tahun 1963, dikibarkan di Nairobi, ibu kota negara tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan membahas sejarah, makna, dan simbolisme bendera Kenya. Mari kita mulai dengan gambaran singkat mengenai negara ini dan karakteristik geografisnya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Karakteristik Geografis Kenya\u00a0<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah bendera Kenya sangat erat kaitannya dengan karakteristik geografis dan demografis negara tersebut. Negara Kenya di Afrika Timur terkenal dengan taman bersejarah, taman nasional, satwa liar, dan wisata safari. <strong>Nairobi<\/strong>, ibu kota Kenya, adalah kota metropolitan terbesar dan paling maju di negara ini.<strong> <\/strong>Hanya ada dua bahasa resmi yang diakui, yaitu bahasa Swahili dan Inggris. Selain itu, banyak bahasa lain yang digunakan oleh berbagai kelompok etnis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Iklim tropis <\/strong>mendominasi seluruh wilayah negara ini. Sementara di pesisir suhu rata-rata mencapai 27 derajat, di pegunungan suhu rata-ratanya lebih rendah, yaitu 16 derajat. Wilayah barat menerima curah hujan tertinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masakan khas negara ini sangat <strong>mengutamakan hidangan laut<\/strong>. Salah satu bahan yang hampir selalu ada dalam setiap hidangan adalah jagung. Hidangan populer di antaranya adalah <strong>Pilau dan Sukuma Wiki.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Negara ini menggunakan Zona Waktu <strong>Afrika Timur<\/strong> sepanjang tahun. Tidak ada penyesuaian waktu selama periode daylight saving time di Kenya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terdapat lebih dari <strong>40 kelompok etnis yang berbeda<\/strong> dan lebih dari <strong>60 bahasa yang berbeda<\/strong> yang digunakan di Kenya. Di sana, hampir semua orang bilingual dalam bahasa-bahasa Afrika. Anak-anak muda Kenya memiliki akses gratis ke pendidikan, tetapi banyak di antara mereka yang terlalu sibuk untuk mengikuti pelajaran. Mereka bekerja di ladang, merawat ternak, memasak, atau mengambil air, serta membantu menghidupi keluarga mereka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Budaya Kenya sangat mengutamakan <strong>musik<\/strong> dan <strong>seni bercerita<\/strong>. Suku-suku di seluruh negeri telah memanfaatkan lagu, cerita, dan puisi selama ribuan tahun untuk meneruskan sejarah, keyakinan, dan praktik mereka.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"719\" src=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-Map.png\" alt=\"Kenya Flag Map\" class=\"wp-image-22134\" srcset=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-Map.png 640w, https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-Map-267x300.png 267w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Peta Bendera Kenya<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah Singkat Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bendera Kenya telah mengalami beberapa kali perubahan dan penyesuaian akibat pengaruh <strong>Portugal, Inggris, Jerman<\/strong>, dan<strong> Oman<\/strong>. Orang-orang dari seluruh Afrika dan Timur Tengah telah lama melakukan perjalanan dan berdagang melintasi Kenya karena lokasinya yang berada di antara <strong>Samudra Hindia<\/strong> dan <strong>Danau Victoria<\/strong>. Akibatnya, kini terdapat banyak kelompok etnis dan bahasa yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut para ilmuwan, tempat kelahiran manusia pertama mungkin berada di <strong>bagian utara Kenya <\/strong>dan <strong>Tanzania<\/strong>. Di <strong>Cekungan Turkana,<\/strong> Kenya, para peneliti menemukan <a href=\"https:\/\/education.nationalgeographic.org\/resource\/discoveries-lake-turkana\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">sisa-sisa salah satu nenek moyang manusia tertua yang<\/a> pernah ditemukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejarah Kenya sarat dengan perbudakan. Banyak warga Kenya diculik dan dijual sebagai budak oleh<strong> orang Arab, Eropa, dan Amerika<\/strong> selama abad ke-17 dan ke-18. Sebagian besar negara telah menghapuskan perbudakan pada pertengahan abad ke-19, namun ribuan orang Afrika Timur dan Kenya telah <a href=\"https:\/\/www.dw.com\/en\/east-africas-forgotten-slave-trade\/a-50126759\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">dipindahkan ke negara lain<\/a> pada saat itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari tahun 1920 hingga 1963, Kenya merupakan koloni Kerajaan Inggris. Sejak memperoleh kemerdekaannya, Kenya menjadi sebuah republik, dengan seorang presiden, badan legislatif nasional yang dikenal sebagai <strong>Bunge<\/strong>, dan sistem peradilan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sejarah &amp; Perkembangan Bendera Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari abad ke-16 hingga pertengahan abad ke-20, pesisir Kenya dikuasai oleh <strong>Portugal, Oman, Inggris, dan Jerman.<\/strong> Namun, pada akhirnya, <strong>penduduk asli kulit<\/strong> hitamlah yang menentukan gambar-gambar yang ditampilkan pada bendera nasional Kenya. <strong>Persatuan Afrika Kenya<\/strong> (KAU), cikal bakal Persatuan Nasional Afrika Kenya, merupakan kekuatan politik dominan setelah Perang Dunia II.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Partai tersebut mengibarkan bendera Kenya pertamanya pada <strong>3 September 1951<\/strong>. Bendera tersebut berwarna <strong>merah dan hitam<\/strong>, dengan lambang <strong>perisai dan panah<\/strong> di tengahnya. Latar belakangnya diubah pada tahun berikutnya menjadi tiga garis horizontal berwarna hitam, merah, dan hijau yang berjarak sama, dengan <a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/topic\/Kenya-African-Union\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">inisial &quot;KAU&quot;<\/a> di tengah perisai putih yang dihiasi tombak dan panah bersilangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna hitam melambangkan penduduk asli, sedangkan warna merah tua melambangkan darah yang sama dari seluruh rakyat. Senjata-senjata tersebut berfungsi sebagai pengingat bahwa perjuangan terorganisir menjadi landasan bagi pemerintahan mandiri di masa depan, sementara warna hijau melambangkan tanah negara yang subur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada 12 Desember 1963, negara ini <strong>memperoleh kemerdekaannya <\/strong>dari Britania Raya, dan bendera Kenya yang baru <strong>secara resmi diadopsi<\/strong>. Garis-garis horizontal pada bendera partai tersebut dilengkapi dengan <strong>pinggiran putih <\/strong>(<strong>garis<\/strong> <em>tipis<\/em>) untuk membedakan warna merah dari hitam dan hijau.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perisai tersebut diperbesar dan meniru perisai yang biasa dibawa oleh <strong>suku Maasai<\/strong>, yang mencerminkan cara hidup tradisional di Kenya. Warna merah melambangkan <strong>perjuangan untuk kemerdekaan<\/strong>, sedangkan warna putih melambangkan <strong>perdamaian dan keharmonisan<\/strong>. Dua tombak digunakan sebagai pengganti panah dan tombak pada desain aslinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Desain Bendera Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empat warna menyusun bendera Kenya: <strong>hitam, merah, hijau<\/strong>, dan<strong> putih.<\/strong> Di latar belakang, terdapat <strong>pita tiga warna<\/strong> yaitu hitam, putih, dan merah dengan pinggiran putih di sekeliling warna merah.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pita putih yang lebar dipisahkan oleh pita-pita yang lebih kecil. Sebuah perisai merah dengan bulan sabit putih dan hitam di kedua sisinya, yang disebut <strong>perisai Maasai<\/strong> sesuai dengan nama Suku Maasai di Kenya, muncul di tengah bendera. Di belakang perisai tersebut, terdapat dua tombak putih yang bersilangan. Bendera Sudan Selatan memiliki warna dan makna simbolis yang mirip dengan bendera Kenya.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-1.png\" alt=\"Kenya Flag \" class=\"wp-image-22138\" srcset=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-1.png 640w, https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-1-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bendera Kenya<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Simbolisme Bendera Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warna dan desain bendera Kenya sama-sama memiliki makna penting. Uni Nasional Afrika Kenya (Kenyan African National Union), yang memimpin kampanye kemerdekaan Kenya, menjadi inspirasi desain bendera ini. Setelah negara ini merdeka, simbol-simbol perdamaian, persatuan, dan pertahanan nasional ditambahkan. Rakyat negara ini, sumber daya alamnya, serta darah yang tertumpah selama perang kemerdekaan semuanya dilambangkan oleh warna-warna bendera tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Nairobi, ibu kota Kenya, <strong>Gedung Negara <\/strong>dihiasi dengan bendera negara tersebut. <a href=\"https:\/\/www.britannica.com\/biography\/William-Ruto\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">William Ruto<\/a>, presiden Kenya, bertempat tinggal di Gedung Negara.\u00a0<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"480\" src=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-2.jpg\" alt=\"Flag of Kenya \" class=\"wp-image-22150\" srcset=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-2.jpg 640w, https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-2-300x225.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bendera Kenya<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Bendera Militer Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tiga garis horizontal lebar berwarna merah, biru muda, dan biru tua membentuk bendera Angkatan Bersenjata Kenya. Di tengah bendera terdapat seekor elang emas dengan sayap terbentang. Sebuah jangkar biru dan dua senjata yang bersilangan ditempatkan di belakang elang tersebut. Tepat di bawah elang terdapat bendera bertuliskan &quot;<strong>Kenya Armed Forces<\/strong>&quot;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bendera Angkatan Udara Kenya berwarna biru pucat. Di tengahnya terdapat lingkaran sasaran berwarna hitam, merah, dan hijau, yang merupakan warna-warna nasional.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"427\" src=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Flag-of-the-Kenya-Defence-Forces.png\" alt=\"Flag of the Kenya Defence Forces\" class=\"wp-image-22146\" srcset=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Flag-of-the-Kenya-Defence-Forces.png 640w, https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Flag-of-the-Kenya-Defence-Forces-300x200.png 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Bendera Angkatan Pertahanan Kenya<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lambang Negara Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya, <a href=\"https:\/\/artsandculture.google.com\/story\/the-elongo-the-power-of-the-maasai-shield\/VAISgEywZgThIQ\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">perisai Masai<\/a> berukuran besar dikelilingi oleh dua singa emas di kedua sisi lambang negara Kenya. Masing-masing singa memegang tombak panjang berwarna merah tua. Di tengah perisai terdapat seekor ayam jantan putih yang memegang kapak serta warna-warna bendera Kenya. Sebuah spanduk bertuliskan &quot;<strong>Harambee,<\/strong>&quot; moto negara yang berarti &quot;<em>bersatu<\/em>&quot; atau &quot;<em>kerja sama<\/em>,&quot; ditampilkan di bawah perisai tersebut.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Siluet <strong>Gunung Kenya<\/strong> terlihat di kejauhan. Sektor pertanian negara ini digambarkan melalui gambar kopi, teh, piretrum (pestisida unik), sisal (serat nabati yang terbuat dari daun agave), jagung, dan nanas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Konsep-konsep serupa juga tercermin dalam bendera Kenya dan lambang negara. Dua tombak dan perisai Masai melambangkan solidaritas serta perjuangan demi kebebasan. Keanekaragaman hayati negara yang luar biasa serta keberanian warganya dalam mempertahankan negara tersebut <strong>dilambangkan oleh singa<\/strong>.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu populasi singa terbesar di dunia terdapat di Cagar Alam Nasional <strong>Masai Mara, Kenya<\/strong>. Ayam jantan telah menjadi lambang KAU dan KANU serta melambangkan awal hari baru dan kerja keras.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"603\" src=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Coat-of-arms-of-Kenya.png\" alt=\"Coat of arms of Kenya\" class=\"wp-image-22142\" srcset=\"https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Coat-of-arms-of-Kenya.png 640w, https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Coat-of-arms-of-Kenya-300x283.png 300w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Lambang Negara Kenya<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Lagu Kebangsaan Kenya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melodi Lagu Kebangsaan Kenya diambil dari sebuah lagu Afrika yang populer di <strong>wilayah Pokomo<\/strong>, Kenya. Lagu ini merupakan lagu tradisional yang dinyanyikan ibu-ibu kepada anak-anak mereka. Sebuah panel beranggotakan lima orang, termasuk Bapak Graham Hyslop, Penasihat Musik Kenya saat itu, Bapak G. W. Senoga-Zake, Bapak Thomas Kalume, Bapak Peter Kibukosya, dan Bapak Washington Omondi, yang menggubah lagu kebangsaan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00a0Di Afrika, pendekatan dalam menciptakan lagu kebangsaan ini benar-benar baru. Ini adalah pertama kalinya seniman lokal ditugaskan untuk menulis lagu kebangsaan yang akan dipertimbangkan oleh pemerintah. Panitia tersebut menyatakan bahwa penyajian lagu kebangsaan tersebut harus memasukkan unsur-unsur <strong>musik tradisional Kenya<\/strong>. Akibatnya, banyak lagu dari seluruh penjuru negeri dipertimbangkan, dan sama sekali tidak mudah untuk menemukan lagu-lagu yang memenuhi semua kriteria yang ditetapkan dalam konteks penggunaannya sebagai <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=N0BGZ4Y74ds\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">lagu kebangsaan<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lagu tersebut harus memiliki durasi dan kualitas yang tepat, sekaligus memiliki martabat yang diperlukan. Lagu tersebut harus memiliki karakter yang memungkinkan penulisan lirik yang sesuai. Hal ini cukup menantang mengingat Komisi bermaksud menyediakan lirik dalam <strong>bahasa Swahili dan Inggris<\/strong>. Lagu tersebut harus mampu mendukung harmonisasi dan orkestrasi yang tepat untuk ditampilkan oleh band militer tanpa kehilangan nada asli melodi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diharapkan bahwa lirik lagu tersebut akan menyampaikan keyakinan dan aspirasi terkuat rakyat secara kolektif. Mengingat kekuatan bahasa yang dapat menyatukan atau memecah belah masyarakat, kehati-hatian yang luar biasa harus dilakukan agar lagu kebangsaan menjadi kekuatan persatuan yang tak terbantahkan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-4-3 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Kenyan National Anthem with Lyrics\" width=\"720\" height=\"540\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/-UI8l7N-76I?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di atas artikel ini, kami telah membahas simbolisme, sejarah, dan makna bendera Kenya yang secara resmi disahkan pada 12 Desember 1963. Warna-warna bendera tersebut adalah hitam, merah, hijau, dan putih. Penduduk berkulit hitam di negara ini diwakili oleh warna hitam di bagian atas, sedangkan warna merah dan hijau melambangkan hutan dan dataran negara tersebut serta perjuangan gagah berani dan pertumpahan darah akibat kolonialisme dan perbudakan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe title=\"Flag\/ Fan Friday KENYA (Geography Now!)\" width=\"720\" height=\"405\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/P9KRWakMedM?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenya, negara di Afrika Timur, memiliki hamparan sabana yang luas. Padang rumput, semak belukar, dan hutan yang menakjubkan ini menjadi habitat bagi singa, zebra, gajah, dan rusa wildebeest yang berkeliaran dengan bebas. Bendera nasional Kenya, yang telah berkibar dengan bangga sejak tahun 1963, dikibarkan di Nairobi, ibu kota negara tersebut. Dalam artikel ini, kita akan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22130,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"_acf_changed":false,"_kad_blocks_custom_css":"","_kad_blocks_head_custom_js":"","_kad_blocks_body_custom_js":"","_kad_blocks_footer_custom_js":"","_kad_post_transparent":"","_kad_post_title":"","_kad_post_layout":"","_kad_post_sidebar_id":"","_kad_post_content_style":"","_kad_post_vertical_padding":"","_kad_post_feature":"","_kad_post_feature_position":"","_kad_post_header":false,"_kad_post_footer":false,"_kad_post_classname":"","footnotes":"","bs_cache_bypass_cache":0,"bs_cache_related_page":0},"class_list":["post-38097","page","type-page","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":[],"taxonomy_info":[],"featured_image_src_large":["https:\/\/www.worldclock.com\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/Kenya-Flag-1024x536.jpg",1024,536,true],"author_info":{"display_name":"clocker","author_link":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/author\/clocker\/"},"comment_info":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/38097","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=38097"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/38097\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/22130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.worldclock.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=38097"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}